KPK Panggil 2 Warga Bintan Jadi Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Rutan KPK

- 15 Mei 2024, 09:30 WIB
KPK memanggil dua warga Bintan untuk menjadi saksi kasus dugaan pemerasan di rumah tahanan atau rutan KPK.
KPK memanggil dua warga Bintan untuk menjadi saksi kasus dugaan pemerasan di rumah tahanan atau rutan KPK. /Asep Bidin Rosidin/Pikiran Rakyat

KEPRI POST - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua warga Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dalam kasus dugaan pemerasan di rumah tahanan atau rutan KPK.

Kedua warga Bintan bernama Sukirman dan Harid Yan Nugraha tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan. Sukirman adalah pegawai kontrak di Pemkab Bintan, sedangkan Harid merupakan pihak swasta.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa pemanggilan dan pemeriksaan saksi dilakukan di sejumlah daerah, termasuk di Bintan.

Baca Juga: Tanpa Tanda Tangan Saksi Eks Ketua KPK, Ini 4 Calon Lolos ke DPD RI dari Jawa Timur (Jatim)

"Hari ini Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi di sejumlah daerah, termasuk di Bintan," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa, 14 Mei 2024.

Sebelumnya KPK telah memecat puluhan pegawainya karena terlibat dalam kasus pemerasan tahanan di Rutan KPK. Para pegawai tersebut terbukti melanggar PP 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yaitu Pasal 4 huruf i, pasal 5 huruf a, dan pasal 5 huruf k.

KPK juga menahan 15 tersangka dalam kasus pemerasan di rutan, di antaranya AF selaku Kepala Rutan Cabang KPK dan beberapa pegawai negeri yang dipekerjakan.

Kasus pemerasan itu diduga terjadi pada rentang waktu 2019 sampai 2023 dengan besaran uang yang diterima tersangka mencapai Rp6,3 miliar. KPK masih terus menelusuri dan mendalami aliran uang dan penggunaannya.

Untuk pendalaman perkara, selain memanggil dua warga Bintan, KPK juga memeriksa sejumlah saksi lain, seperti Abdul Gafur Mas'ud, mantan Bupati Penajam Paser Utara periode 2018-2022.

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah