Sambut Ramadhan 2023, Kepulauan Riau Tempatkan 50 Mubaligh ke Hinterland dan Pulau Terpencil

- 13 Maret 2023, 16:10 WIB
Sambut Ramadhan 2023, Kepulauan Riau menempatkan 50 mubaligh ke daerah hinterland dan pulau terpencil.
Sambut Ramadhan 2023, Kepulauan Riau menempatkan 50 mubaligh ke daerah hinterland dan pulau terpencil. /tangkap layar/lingga/

KEPRI POST - Menyambut bulan suci Ramadhan 2023, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempatkan 50 mubaligh di kawasan hinterland dan pulau terpencil. Permintaan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Kepri sangat tinggi terhadap kehadiran dai di lingkungan mereka, untuk menguatkan akidah dan memberikan dakwah kepada umat.

Program mubaligh hinterland dan pulau terpencil ini merupakan salah satu upaya Pemprov Kepulauan Riau dalam meningkatkan akidah dan keimanan masyarakat, terutama menyambut Ramadhan 2023.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri secara maksimal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2023, sehingga mendapatkan manfaat dan pahala yang juga maksimal.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Kepri telah menempatkan 50 mubaligh di kawasan hinterland dan pulau-pulau terpencil dengan tujuan menjaga ummat dari berbagai penyakit sosial.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Warga Batam Gelar Syukuran dan Doa

"Turut menjaga masyarakat, membangun semangat optimisme kehidupan, karena saat ini tidak sedikit orang yang mengidap berbagai penyakit psikologi, akibat persoalan ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga kita perlu menjaga itu," katanya dalam Tabligh Akbar menyambut Ramadhan di Masjid Baitul Hamdi Sagulung, Batam, Minggu 12 Maret 2023 malam.

Tahun sebelumnya, Kepri juga melaksanakan program penempatan mubaligh ke berbagai daerah hinterland dan pulau terpencil. Selama ini banyak masyarakat hinterland yang menginginkan dan sangat membutuhkan keberlanjutan program tersebut.

Beberapa hal yang menjadi dasar Kepri melanjutkan program ini antara lain bahwa jangka waktu satu tahun belum maksimal dalam memperkuat akidah dan dakwah kepada umat. Dalam jangka waktu itu belum bisa membentuk pola generasi yang taat menjalankan ibadah.

Baca Juga: Contoh Ceramah Kultum tentang Keutamaan Bulan Ramadhan, Memaknai Ibadah Puasa

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah