Bandara RHF Tanjungpinang Kepri Turun Kelas Jadi Domestik, Status Internasional Dicabut

- 29 April 2024, 15:56 WIB
Bandara RHF Tanjungpinang di Kepri turun kelas jadi domestik, tak lagi internasional.
Bandara RHF Tanjungpinang di Kepri turun kelas jadi domestik, tak lagi internasional. /tangkap layar/rhf/

KEPRI POST - Bandara Raja Haji Fisabilillah atau Bandara RHF Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), turun kelas jadi domestik setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut status internasional.

Dengan pencabutan status internasional itu, kini tinggal Bandara Hang Nadim Batam, satu-satunya bandara di Kepri yang masih berstatus internasional.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tidak menyangkal penurunan status Bandara RHF Tanjungpinang dari internasional menjadi hanya bandara domestik.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik, Bandara Hang Nadim Batam Berangkatkan 20 Ribu Penumpang dalam Sehari

Menurutnya, Kemenhub sudah menurunkan status internasional Bandara RHF sejak merebaknya pandemi Covid-19.

"Mulai berubah sudah sejak pandemi," ungkapnya, Minggu, 28 April 2024.

Salah satu dampak dari turun kelasnya Bandara RHF adalah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang diprediksi bakal jauh berkurang.

Hal ini karena bandara tidak bisa lagi melayani penerbangan langsung ataupun membuka akses penerbangan ke luar negeri.

Menurunnya jumlah kunjungan wisman juga bakal berdampak pada perekonomian Kepri. Apalagi di Kepri, pariwisata masih menjadi salah satu sektor yang penting dalam menggerakkan perekonomian.

Meskipun status internasional dicabut, Bandara RHF masih bisa mendatangkan wisman dengan sistem charter flight. Hanya saja biaya penerbangan jadi lebih mahal.

Bandara tersebut juga dapat melayani penerbangan luar negeri secara temporer, seperti untuk acara kenegaraan, kegiatan internasional, haji, dan kepentingan ekonomi nasional.

Ansar mengakui adanya potensi menurunnya jumlah wisman ke Kepri, terutama ke Tanjungpinang dan Bintan, karena perubahan status bandara.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali pencabutan status internasional pada Bandara RHF untuk mendukung kunjungan wisman ke Kepri.

"Tentu untuk mendukung ini, status internasional Bandara RHF Tanjungpinang harus dikembalikan,” katanya.

Ini 17 Bandara Internasional yang Turun Jadi Domestik

Tidak hanya Bandara RHF Tanjungpinang, pemerintah juga mencabut status internasional 16 bandara lainnya di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024.

Program perampingan tersebut dilakukan pemerintah karena saat ini banyak bandara internasional yang tidak memiliki penerbangan internasional.

Berikut 14 bandara internasional yang turun status hanya menjadi bandara domestik:

  1. Bandara Maimun Saleh, Sabang (SBG)
  2. Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Silangit (DTB)
  3. Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang (TNJ)
  4. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang (PLM)
  5. Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan (TJQ)
  6. Bandara Husein Sastranegara, Bandung (BDO)
  7. Bandara Adisutjipto, Yogyakarta (JOG)
  8. Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang (SRG)
  9. Bandara Adi Soemarmo, Solo (SOC)
  10. Bandara Banyuwangi, Banyuwangi (BWX)
  11. Bandara Supadio, Pontianak (PNK)
  12. Bandara Juwata, Tarakan (TRK)
  13. Bandara El Tari, Kupang (KOE)
  14. Bandara Pattimura, Ambon (AMQ)
  15. Bandara Frans Kaisiepo, Biak (BIK)
  16. Bandara Mopah, Merauke (MKQ)
  17. Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin (BDJ).***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah