KPU Batam Gagal Capai Target Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024

- 13 April 2024, 11:00 WIB
Tingkat partisipasi pemilih di Kota Batam dari pemilu ke pemilu.
Tingkat partisipasi pemilih di Kota Batam dari pemilu ke pemilu. /kepripost.com

KEPRI POST - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) gagal mencapai target partisipasi pemilih pada Pemilu 2024. Dari target nasional sebesar 81 persen, partisipasi pemilih di Batam hanya 75,59 persen.

Tingkat partisipasi pemilih di Batam pada Pemilu 2024 juga menurun dibandingkan dengan Pemilu 2019 yang mencapai 84,36 persen.

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara untuk pemilihan Calon Anggota DPRD Batam, dari 851.614 pemilih yang tercatat di DPT, hanya 643.730 orang yang menggunakan hak pilihnya atau sekitar 75,59 persen.

Baca Juga: Kehilangan Kursi Pimpinan, Ini Profil 4 Caleg PDIP Lolos ke DPRD Kepri di Pemilu 2024

Selain gagal mencapai target nasional, angka partisipasi pemilih di Batam juga jauh dari target Pemko Batam sebesar 90 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin menyampaikan target itu saat apel gabungan di Dataran Engku Putri pada Senin, 5 Februari 2024.

Menurut Jefridin, ia mendapatkan pesan khusus dari Wali Kota Batam untuk merealisasikan target partisipasi pemilih 90 persen di Pemilu 2024.

"Pada Pemilu tahun ini, pesan Wali Kota Batam, persentase partisipasi aktif pemilu di atas 90 persen," ujarnya.

Baca Juga: 2 Petahana Tersingkir, Ini Profil 6 Caleg PKS Lolos DPRD Kepri di Pemilu 2024

Dar data penyelenggaraan pemilu ke pemilu di Batam, tingkat partisipasi pemilih tertinggi terjadi pada Pemilu 2019 dengan 84,36 persen, di atas target nasional 77,5 persen. Dari 650.879 pemilih yang tercatat dalam DPT, sebanyak 549.117 pemilih menggunakan hak pilihnya.

Tingginya tingkat partisipasi pemilih ini menjadi tolak ukur bahwa Pemilu 2019 di Kota Batam terselenggara dengan sangat sukses.

Pada pemilu-pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih di Batam tak pernah tembus di atas 80 persen.

Pada Pileg 2014, tingkat partisipasi pemilih hanya 67,70 persen. Dari 715.544 pemilih di DPT dan yang menggunakan hak pilihnya 484.400 orang.

Kemudian di Pilpres 2014, partisipasi pemilih di Batam anjlok hanya 61,29 persen. Dari 752.903 pemilih di DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 461.516 orang.

Pada Pilkada 2015, tingkat partisipasi pemilih melorot lagi menjadi 50,65 persen. Dari 631.038 pemilih di DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 319.623 orang.

Sementara pada Pilkada 2020, tingkat partisipasi pemilih di Batam hanya 64,23 persen. Dari 587.527 pemilih di DPT, hanya 377.350 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Tingkat partisipasi pemilih ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pemilu. Indikator lainnya adalah pemilu terlaksana dengan aman dan lancar sesuai aturan, tidak terjadi konflik, dan pemerintahan tetap berjalan normal.***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah