Golkar Gugat KPU Tanjungpinang ke MK: Selisih 8 Suara dengan PDIP di Dapil 4 Bukit Bestari

- 13 April 2024, 13:00 WIB
Partai Golkar menggugat KPU Tanjungpinang ke MK terkait selisih 8 suara dengan PDIP di dapil 4 Bukit Bestari.
Partai Golkar menggugat KPU Tanjungpinang ke MK terkait selisih 8 suara dengan PDIP di dapil 4 Bukit Bestari. /Ilustrasi/

Menurutnya, Golkar Tanjungpinang sudah melayangkan gugatan tersebut melalui DPP Golkar pada 21 Maret 2024.

"Selanjutnya DPP Golkar mengajukan permohonan langsung ke MK pada tanggal 23 Maret 2024," ungkapnya kepada media.

Fathir menjelaskan, dalam gugatannya Golkar meminta dugaan penggelembungan suara pada salah satu partai dikembalikan seperti semula, sesuai dengan C1.Hasil.

"Kami melampirkan bukti pendukung berupa C1.Hasil Partai Golkar dan beberapa partai politik serta bukti pendukung lainnya," katanya.

Sebagai informasi, dapil Tanjung Pinang 4 terdiri dari satu kecamatan, yakni Bukit Bestari dengan kuota 7 kursi.

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, PDIP unggul dengan 2 kursi DPRD dari dapil tersebut. Sedangkan Golkar, PKB, Gerindra, PKS, dan Nasdem, masing-masing mendapatkan 1 kursi.

Ketua PPK Bukit Bestari Melarikan Diri

Partai Golkar telah melaporkan dugaan penggelembungan suara untuk partai tertentu di dapil Tanjungpinang 4 kepada Bawaslu. Laporan itu kemudian ditangani oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Tanjungpinang.

Namun, penanganan kasus dugaan pidana pemilu tersebut sempat terhambat, karena Ketua PPK Bukit Bestari menghilang atau melarikan diri. Handphone Ketua PPK juga tak bisa dihubungi lagi setelah kasus itu mencuat.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Yusuf mengatakan dalam kasus dugaan pidana pemilu PPK Bukit Bestari, pihaknya menerima laporan pada 1 Februari 2024 dari kader Partai Golkar.

Dalam proses klarifikasi, Tim Gakkumdu telah memintai keterangan dari 31 orang saksi, termasuk saksi ahli.

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah