Jadwal Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2024, MK Terima 48 Pengajuan Amicus Curiae

- 21 April 2024, 11:00 WIB
Jelang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2024 di MK.
Jelang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2024 di MK. /tangkap layar/mk/

KEPRI POST - Menjelang jadwal pembacaan putusan sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima 48 pengajuan Amicus Curiae. Pengajuan itu diterima MK hingga Jumat, 19 April 2024, baik disampaikan langsung, email, ataupun melalui pos.

Berdasarkan jadwal, MK akan membacakan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 pada Senin, 22 April 2024 pukul 09.00 WIB di ruang sidang lantai dua Gedung I MK RI, Jakarta. Perkara ini diajukan oleh Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

“Senin 22 April 2024, 09:00 WIB, Pengucapan Putusan,” bunyi jadwal sidang yang dikutip dari situs resmi MK, Minggu, 21 April 2024.

Baca Juga: Golkar Gugat KPU Tanjungpinang ke MK: Selisih 8 Suara dengan PDIP di Dapil 4 Bukit Bestari

Adapun gugatan yang diajukan oleh Anies-Muhaimin tergeristrasi dengan Nomor Perkara 1/PHPU.PRES-XXII/2024, sementara gugatan Ganjar-Mahfud tergeristrasi dengan Nomor Perkara 2/PHPU.PRES-XXII/2024.

Dalam permohonannya, pasangan Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud pada intinya meminta MK membatalkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024.

Mereka juga memohon MK mendiskualifikasi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta Pilpres 2024. Kemudian, meminta MK memerintahkan kepada KPU melakukan pemungutan suara ulang Pilpres 2024 tanpa mengikutsertakan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Caleg Gerindra Gugat KPU Batam ke MK: Pertarungan Deni Firzan Vs Setia Putra Tarigan di Dapil 2

Terkait dengan pengajuan Amicus Curiae menjelang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2024, Kabiro Hukum dan Administrasi Kepanitian MK Fajar Laksono mengatakan bahwa itu menjadi otoritas hakim sepenuhnya. Otoritas hakim yang akan menentukan apakah dipertimbangkan atau tidak dalam memutus perkara.

"Ada banyak kemungkinan posisi Amicus Curiae ini, bisa saja dipertimbangkan seluruhnya dalam pengambilan keputusan. Atau mungkin dipertimbangkan sebagian atau tidak sama sekali, karena dianggap tidak relevan," ujarnya.

Daftar 48 Pengaju Amicus Curiae di MK

Berikut daftar 48 pengaju Amicus Curiae terhadap perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 di MK:

  1. Brawijaya (Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi)
  2. Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI)
  3. TOP GUN
  4. Aliansi Akademisi dan Masyarakat Sipil
  5. Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (Center For Law and Social) FH UGM
  6. Pandji R Hadinoto
  7. Busyro Muqoddas, Saut Situmorang, Feri Amsari, Usman Hamid, Abraham Samad, dll
  8. Organisasi Mahasiswa UGM-UNPAD-UNDIP-AIRLANGGA
  9. Megawati Soekarnoputri & Hasto Kristiyanto
  10. Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI)
  11. Yayasan Advokasi Hak Konstitusional Indonesia (YAKIN)
  12. Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI)
  13. Stefanus Hendriyanto
  14. Komunitas Cinta Pemilu Jujur dan Adil (KCP-JURDIL)
  15. INDONESIAN AMERICAN LAWYERS ASSOCIATION
  16. Reza Indragiri Amriel
  17. Gerakan Rakyat Penyelamat Indonesia dengan Perubahan
  18. Burhan Saidi Chaniago (Mahasiswa STIH GPL Jakarta)
  19. Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia
  20. M Subhan
  21. Gerakan Rakyat Menggugat (GRAM)
  22. Tuan Guru Deri Sulthanul Qulub
  23. Habib Rizieq Shihab, Din Syamsudin, Ahmad Shabri Lubis, Yusuf Martak, dan Munarman.
  24. Delapan Warga Negara Indonesia terdiri dari Jend (Purn) TNI Tyasno Sudarto, Letjen (Purn) TNI Soeharto, Dindin S. Maolani SH, Rizal Fadillah SH, Dr. Marwan Batubara, Mayjen (Purn) TNI Soenarko, M. Mursalin, Syafril Sjofyan MM.
  25. Impian Indonesia
  26. Unsur Rohaniawan & Masyarakat Sipil terdiri Pdt. Victor Rembeth, Habib Muchsin Al Athas, Muhammad A.S. Hikam, Yanuar Nugroho, A.Shephard Supit
  27. Arief Poyuono (Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia dan Arifin Nur Cahyono (Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia
  28. Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  29. Forum Keprihatinan Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-Polri
  30. JB Soebtoro
  31. Henry Sitanggang & Partners
  32. Sutarno dan Wisran
  33. Aktivis Reformasi 98
  34. Sekjen Forum Komunikasi Pengusaha Kecil Menengah Indonesia (FK PKMI)
  35. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi
  36. Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Jawa Timur
  37. Elemen Bangsa Berbasis Masjid
  38. Barikade 98
  39. Kelompok Solidaritas Pemilih TPS 073 Kelurahan Pondok Cabe
  40. Ikatan Alumni Universitas Mercu Buana
  41. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Demokrasi
  42. Ir. Ezrinal Azis MSc
  43. Dr. Henrykus Sihaloho
  44. Perhimpunan Pemuda Madani
  45. Konfederasi Ketum Seluruh Indonesia
  46. Konfederasi Pejuang Bela Negara (KPBN)
  47. Luckfi Nurcholis
  48. Bambang Prasanto.

Sidang pemeriksaan terhadap sengketa Pilpres 2024 ini telah selesai di MK, dan sidang terakhir adalah pengucapan putusan pada besok pagi.***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah