Kecelakaan Kerja di Masjid Agung Batam, Keluarga Korban Tuntut PT Adhi Karya Tanggung Jawab

- 20 Mei 2024, 08:00 WIB
Keluarga korban kecelakaan kerja Masjid Agung Batam Center menuntut keadilan ke PT Adhi Karya.
Keluarga korban kecelakaan kerja Masjid Agung Batam Center menuntut keadilan ke PT Adhi Karya. /Kepripost.com

KEPRI POST - Kasus jatuhnya seorang pekerja proyek revitalisasi Masjid Agung Batam Center pada 5 Juli 2023 lalu masih menyisakan polemik. Sampai sekarang, pihak kontraktor PT Adhi Karya diduga belum menuntaskan haknya terhadap korban kecelakaan kerja, Yakop Nikelsa Siregar.

Belum tuntasnya penyelesaian hak korban kecelakaan kerja tersebut terungkap saat keluarga korban mendatangi PT Adhi Karya di lokasi proyek revitalisasi Masjid Agung Batam Center. Mereka menuntut keadilan ke PT Adhi Karya untuk melaksanakan tanggung jawabnya terhadap korban.

Keluarga mengaku belum mendapatkan santunan maupun biaya perobatan dari PT Adhi Karya sejak beberapa bulan ini. Padahal kondisi korban masih belum pulih dan harus menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Apa Kabar Kelanjutan Laka Kerja Masjid Agung Batam? PT Adhi Karya Lalai K3, Diduga Ada Pembiaran

"Kami ingin keadilan bagi anak kami, bagaimana pertanggungjawaban PT Adhi Karya karena hasil MRI anak kami divonis cacat total," kata Elina Nababan, ibu korban.

Ayah korban, Nikson Siregar juga mengungkapkan kondisi anaknya yang cacat total akibat jatuh dari ketinggian sekitar 13 meter saat mengerjakan pembongkaran kubah masjid.

"Menurut dokter kaki anakku cacat total. Kaki korban mengecil. Bagaimana pertanggung jawaban PT Adi Karya," ujarnya.

Kedatangan keluarga korban di lokasi proyek revitalisasi hanya ditemui oleh staf PT Adhi Karya, Tri Apriandi.

Baca Juga: Ribuan Kasus Kecelakaan Kerja di Kepri, Perusahaan Diimbau Sediakan Bus Karyawan

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah