Bagaimana Memastikan Hewan Ternak Bebas Penyakit Mulut dan Kuku? Simak Penjelasannya

- 22 Mei 2024, 06:30 WIB
Ilustrasi hewan ternak bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK.
Ilustrasi hewan ternak bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK. /Ilustrasi/

KEPRI POST - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki cara tersendiri untuk memastikan hewan ternak bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK. Di Kepri, hanya Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan wilayah bebas PMK.

Sebagaimana diketahui, penyakit mulut dan kuku atau PMK merupakan virus yang sangat menular dan menyerang hewan ternak seperti sapi, babi, domba, kambing, dan hewan berkuku belah lainnya. Virus ini bisa menjadi permasalahan serius, baik terhadap hewan yang terinfeksi maupun manusia yang berkontak dengan hewan terinfeksi PMK.

Untuk mencegah penularan, seseorang perlu segera mencuci tangan atau melakukan pembersihan lainnya seperti disinfeksi ke bagian tubuh saat, sebelum, dan sesudah kontak fisik dengan hewan terinfeksi PMK.

Baca Juga: Kepri Nihil Penyakit Mulut dan Kuku, Dapat Penghargaan Kementerian Pertanian

Apabila mendesak untuk berkontak fisik dengan hewan ternak, gunakanlah alat pelindung diri sekali pakai atau yang sudah didisinfeksi sebelumnya. Termasuk jika hanya masuk ke area kandang.

Langkah ini penting karena manusia, baik anggota tubuh maupun bahan yang menempel pada tubuh bisa menjadi media penularan virus PMK antar-hewan ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Natuna, Zulfikar mengatakan, Natuna merupakan zona hijau PMK non-vaksin.

"Kita zona hijau PMK non-vaksin, jadi lebih bagus lagi karena zona hijau tanpa vaksin. Ada wilayah yang ternaknya tidak diserang PMK karena diberikan vaksin," ujarnya, mengutip berita Antara, Selasa, 21 Mei 2024.

Menurut Zulfikar, hal tersebut karena ketatnya proses izin masuk dan keluar hewan ke Natuna. Untuk mengeluarkan hewan dari Natuna, pedagang harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan daerah itu dan begitu juga sebaliknya.

Jika melanggar, maka pelaku atau warga yang membawa hewan, baik itu hewan ternak maupun bukan ternak, akan dikenakan sanksi menurut aturan yang berlaku.

"Tanpa SKKH hewan tidak bisa dibawa keluar Natuna," ujarnya.

Natuna Jadi Pemasok Hewan Kurban

Zulfikar menjelaskan, Natuna sejak beberapa tahun terakhir menjadi pemasok hewan kurban ke beberapa kabupaten/kota di Kepri. Tahun lalu, Natuna telah mengeluarkan 488 sapi.

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah