Elon Musk Bakal Hadiri WWF ke-10 di Bali dan Resmikan Starlink, Sandiaga Siapkan Destinasi Unggulan

- 18 Mei 2024, 22:00 WIB
Elon Musk bakal haidir WWF ke-10 di Bali dan resmikan Starlink.
Elon Musk bakal haidir WWF ke-10 di Bali dan resmikan Starlink. /tangkap layar/starlink/

KEPRI POST - Miliarder AS, Elon Musk dijadwalkan bakal menghadiri dan menjadi pembicara di Water World Forum (WWF) ke-10 di Bali. Kehadirannya juga sekaligus untuk meresmikan Starlink, internet berbasis satelit di Indonesia.

Rencana kunjungan Elon Musk ke Bali tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam akun Twitternya @sandiuno. Ia pun menyiapkan sejumlah destinasi unggulan di Bali dalam kunjungan miliarder AS tersebut.

"Harapannya dapat dilihat secara langsung karena memiliki potensi yang hebat untuk menjadi tujuan investasi yang menarik dalam mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan," kata Sandi.

Baca Juga: 75 Motor Listrik dan 50 Mobil Listrik Kawal VVIP World Water Forum ke-10 di Bali

Saat ini, Kemenparekraf terus berupaya mendorong sektor pariwisata Indonesia, khususnya di Bali semakin berkualitas dan berkelanjutan. Upaya itu salah satunya dengan mengumpulkan para pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah dari masalah-masalah yang dihadapi.

"Menyambut WWF dan guna memastikan pariwisata Bali semakin berkualitas dan berkelanjutan, kami menyiapkan focus group discussion (FGD) untuk memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan terkini maupun juga langkah-langkah ke depan," kata Sandi.

Isu WNA dan Pelanggaran Imigrasi di Bali

Salah satu isu yang turut dibahas dalam FGD adalah dugaan sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan ritual erotis. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan berpotensi merusak citra pariwisata Bali.

Menparekraf Sandiaga pun menegaskan jika pihak kepolisian telah melakukan penelusuran dan berharap semua pihak termasuk masyarakat untuk responsif ketika ada hal yang berpotensi merusak citra pariwisata Bali dan Indonesia secara luas.

"Kita sepakat bahwa ekosistem pariwisata kita harus diperkuat. Ke depan bersama industri kami akan meningkatkan pengawasan, termasuk melibatkan bendesa juga desa-desa wisata, masyarakat sekitar, sehingga kita bisa saling mengawasi. Itu yang kita harapkan," kata Sandiaga.

Isu lain yang dibahas dalam FGD adalah pelanggaran-pelanggaran keimigrasian dan kriminalitas.

Terungkap beberapa hal yang telah juga ditangani aparat terkait yakni dua warga negara Ukraina dan satu warga negara Rusia yang ditangkap karena clandestine laboratory ganja hidroponik dan mephedrone di vila kawasan Canggu, Badung, Bali.

Ketiga warga negara asing tersebut diketahui tinggal dengan kartu izin terbatas (kitas) investor.

"Ini yang kita harapkan dapat ditindak tegas, karena pariwisata yang berkualitas ini kita tidak boleh ragu-ragu. Ada beberapa langkah-langkah yang bisa kita lakukan secara makro maupun mikro yang bisa kita upayakan untuk mengirim pesan yang jelas kepada dunia bahwa kita tidak akan mentolerir aktivitas kriminalitas yang ada di wilayah destinasi wisata unggulan dunia ini," katanya.

Sejumlah stakeholder pariwisata hadir dalam diskusi tersebut. Antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun dan Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati; Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Parta Adnyana. Hadir juga Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Suhendra;, Dirpamobvit Polda Bali ⁠Kombes Pol Harri S Noegroho, dan Kepala Kantor Imigrasi Denpasar ⁠Tedy Riyandi.***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah