Cara Menulis Pantun yang Benar, Ketahui 2 Hal Berikut Ini!

- 15 Mei 2024, 11:00 WIB
Setiap pantun dibuat dengan tujuan tertentu. Ada yang dibuat dengan tujuan menghibur seperti pantun jenaka dan teka-teki.
Setiap pantun dibuat dengan tujuan tertentu. Ada yang dibuat dengan tujuan menghibur seperti pantun jenaka dan teka-teki. /Tim Kabarlumajang.com

Kepri Post - Tahukah kalian bagaimana cara menulis pantun yang benar? Puisi lama ini tersusun dari empat baris, berisi sampiran dan isi.

Setiap pantun dibuat memiliki tujuan tertentu. Ada yang bertujuan untuk menghibur seperti pantun jenaka dan teka-teki. Contoh pantun jenaka tersebut adalah:

Jalan-jalan ke Trenggalek
Jangan lupa membeli nangka
Muka bisa saja kelihatan jelek
Tapi hati siapa yang sangka 

Ada pula pantun yang dibuat dengan tujuan untuk memberikan nasihat seperti pantun nasihat dan agama.

Tujuan pantun dapat diketahui melalui makna yang terkandung dalam pantun. Kamu pun dapat menulis pantun sendiri.

Ada dua hal perlu diperhatikan dalam menulis pantun, yaitu pilihan kata (diksi) dan syarat-syarat pantun.

Pilihan kata (diksi) dalam pantun harus diperhatikan dengan cermat untuk menemukan bunyi akhir (rima) yang sesuai dengan syarat-syarat pantun.

Hal pertama yang perlu ditentukan adalah isi pantun, bukan sampiran. Sampiran baru ditentukan setelah isi pantun benar-benar sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan.

Sementara bagian rima, terdiri dari a-b-a-b. Untuk membuat sampiran yang baik, jangan lupa untuk memperhatikan rima-nya terlebih dahulu.

Contoh pantun dengan rima a-b-a-b, terdiri dari sampiran dan isi:

Rasa asam dicoba juga
Dah makan lupa mengupas
Sudah satu ingin tambah dua
Karena sifat manusia selalu tak puas.*** 

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah