Pengusaha Keluhkan Seringnya Batam Mati Listrik, BP Batam Panggil Dirut PLN

- 19 Mei 2023, 10:30 WIB
BP Batam panggil Dirut PLN Batam terkait keluhan pengusaha kawasan industri seringnya Batam mati listrik.
BP Batam panggil Dirut PLN Batam terkait keluhan pengusaha kawasan industri seringnya Batam mati listrik. /tangkap layar/listrik Batam/

KEPRI POST - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengeluhkan seringnya Batam mati listrik. Baru-baru ini, pemadaman listrik dilakukan PT PLN Batam yang berlangsung dari 15 sampai 21 Mei 2023.

Keluhan pengusaha terkait seringnya Batam mati listrik terungkap dalam pertemuan khusus antara Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Batam Muhammad Irwansyah Putra.

 

Kebijakan pemadaman listrik yang dilakukan PLN hingga beberapa hari tersebut berdampak serius terhadap aktivitas produksi industri. BP Batam pun menanggapi keluhan pengusaha terkait seringnya Batam mati listrik dengan memanggil Dirut PT PLN Batam.

Baca Juga: Tak Ada Info Pemadaman, Batam Mati Listrik Hari Ini

Purwiyanto mengatakan bahwa sebagai badan pengelola investasi di Batam, BP meminta PLN Batam segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak dari pemadaman listrik.

Ia mengingatkan PLN Batam agar mefasilitasi seluruh infrastruktur pendukung investasi semaksimal mungkin untuk menjamin kenyamanan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis dan usahanya.

 

"Dalam waktu dekat BP Batam akan mengundang kawasan industri untuk berdiskusi, sembari PT PLN Batam memulihkan daya listriknya," katanya dalam pertemuan pada Senin, 15 Mei 2023.

Sementara itu, Dirut PT PLN Batam Muhammad Irwansyah Putra menjelaskan bahwa pemadaman listrik dilakukan karena satu unit PLTU Tanjung Kasam sedang dalam perbaikan. Sementara PLTGU Panaran masih dalam tahap pengetesan pasca dilakukan pemeliharaan.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Batam Bikin Resah Pengusaha, Produksi Perusahaan Bisa Terganggu

Selain itu, adanya kenaikan suhu udara di Kepulauan Riau (Kepri), terutama Batam dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan lonjakan pemakaian listrik hingga di luar kemampuan rata-rata pembangkit listrik Batam.

 

"Karena kekurangan daya, maka kami mengimbau dan meminta bantuan pelanggan industri dan bisnis dengan Captive Power agar mengoperasikan genset sendiri," katanya.

Guna mengatasi kekurangan daya dan seringnya Batam mati listrik, PLN sedang membangun pembangkit sewa sebesar 75 MegaWatt (MW) yang akan masuk secara bertahap mulai Juli 2023.***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x