Awas, Berpegangan Handel Belakang saat Dibonceng, Berbahaya Bagi Pengendara Sepeda Motor

- 31 Juli 2022, 21:21 WIB
Ternyata berpegang pada handle belakang motor sangat tidak disarankan, karena berbahaya bagi pemgendara.
Ternyata berpegang pada handle belakang motor sangat tidak disarankan, karena berbahaya bagi pemgendara. /

KEPRI POST - Sering kita mendapati penumpang sepeda motor yang dibonceng memilih memegang handle belakang sepeda motor dibandingkan berpegangan pada bahu atau pinggang pengendaranya saat berkendara.

Ternyata berpegangan pada handle belakang tidak disarankan dan berpotensi berbahaya. Hal itu dikatakan oleh instruktur Capella Honda Kepri PT. Capella Dinamik Nusantara Christofer Valentino, Minggu, 31 Juli 2022.

Menurutnya, pertama kali sudah menjadi hal yang wajib dijalankan dan diketahui masyarakat terkait kapasitas penumpang dari sepeda motor. Maksimal itu bisa dinaiki dua orang, satu pengendara, satu lagi yang dibonceng.

Begitu juga soal postur tubuh, lanjut Christofer, sangat mempengaruhi dalam berkendara. Sebab ada tujuh hal pada postur tubuh manusia saat berkendara yang mesti diperhatikan dan diposisikan dengan tepat saat berkendara.

Baca Juga: Hadiri Resepsi Putri Anies, Pesan Ganjar: Tidak Ada Lagi Aku atau Kamu, Tapi Kita

Ketujuh hal pada postur tubuh itu seperti posisi kepala, pundak, siku, tangan, pinggul dan lutut. Untuk penumpang yang dibonceng atau yang posisi belakang, hampir sama dengan pemboncengnya.

"Namun ada tiga hal yang perlu disesuaikan kembali sebagai penympang yakni tangan, lutut, dan kakinya," ujarnya.

Posisi yang benar dalam berkendara sepeda motor adalah tangan memegang erat pemboncengnya, baik itu pundaknya, ataupun pinggangnya.

Lalu posisi lutut menjepit ringan si pembonceng, posisi kaki tentunya berpijak pada pijakan kaki atau foot step pada kursi penumpang.

Baca Juga: Link dan Syarat Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 39

Dengan begitu, menurut Christofer, penumpang atau orang yang dibonceng dalam berkendara sepeda motor, dapat menyelaraskan pergerakan dari sepeda motornya.

Berikutnya terkait berpegangan pada rail rear grab atau behel pegangan belakang sepeda motor saat dibonceng, ditegaskan Christofer hal itu sangat tidak disarankan. Alasannya, terlalu berbahaya dan berisiko.

Sebab, bagian sepeda motor tersebut fungsinya merupakan alat bantu saat memposisikan sepeda motor dalam kondisi parkir. Bukan digunakan sebagai pegangan penumpang pada saat dibonceng.

Jika penumpang memposisikan tangannya di bagian tersebut, lanjutnya, akan mempersulit penumpang dalam menyelaraskan pergerakan dari sepeda motor. Sehingga akan membuat pengendara lebih sulit mengontrol sepeda motornya.

Baca Juga: Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Brigadir Joshua, Irjen Dedi: Agar Efektif

Misalnya pada saat bermanuver maupun saat akselerasi dan deselerasi. Bahayanya terutama bagi penumpang bisa berpotensi terjatuh, genggamannya dapat terlepas karena tidak berpegangan pada titik yang tepat serta kenyamanan juga akan terganggu.

Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi dan dibiasakan untuk selalu memperhatikan postur saat berkendara dan berboncengan seperti yang sudah disampaikan di atas. Tujuannya agar pengendara semakin aman dan nyaman.***

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah