Miris! Tinggal Dekat Waduk Terbesar, Ratusan Warga Batam Tak Nikmati Layanan Air Bersih

- 14 Maret 2023, 12:10 WIB
Miris, ratusan warga yang tinggal di Kampung Tua Tanjungpiayu Laut, Batam, belum menikmati layanan air bersih.
Miris, ratusan warga yang tinggal di Kampung Tua Tanjungpiayu Laut, Batam, belum menikmati layanan air bersih. /tangkap layar/tanjungpiayu/

KEPRI POST - Miris, ratusan warga yang tinggal di Kampung Tua Tanjungpiayu Laut, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum menikmati layanan air bersih sampai sekarang. Padahal mereka sudah puluhan tahun tinggal di kawasan dekat dengan sumber air terbesar di Kota Batam, Waduk Duriangkang.

Untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak, warga Kampung Tua Tanjungpiayu Laut, Batam ini mengandalkan air kolam dari tadah hujan, karena layanan air bersih belum mereka nikmati. Ada juga sumur, namun lokasinya lumayan jauh dan terkadang kering jika lama tidak turun hujan.

Selain mengandalkan air kolam dari tadah hujan dan sumur, warga yang tinggal dekat waduk terbesar di Kota Batam ini terkadang harus membeli air bersih dari truk tangki untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.

Namun tak semua warga bisa membeli air bersih tersebut, karena harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Nilainya bisa mencapai lebih dari Rp1 juta sebulan hanya untuk membeli air.

Baca Juga: Suplai Air Bersih PT Moya SPAM Batam Terganggu, Warga Terpaksa Mandi Pakai Air Galon

"Kami terkadang membeli air bersih untuk 1 kubik harganya Rp75 ribu. Itu hanya cukup dua hari saja untuk mandi, memasak, dan mencuci," kata tokoh masyarakat Tanjungpiayu Laut, Rajudin.

Kampung Tua Tanjungpiayu Laut terletak di sisi tenggara Kota Batam. Lokasinya tak terlalu jauh dari Waduk Duriangkang sebagai pemasok air terbesar di kota ini dan sama-sama berada di satu kelurahan yang sama.

Waduk Duriangkang merupakan penyuplai air terbesar bagi masyarakat Batam. Sekitar 70 persen kebutuhan air bersih bagi masyarakat Batam ditopang dari waduk yang memiliki kapasitas hingga 2.122 liter per detik ini.

Waduk Duriangkang dibangun pada 1990 dan beroperasi sejak 2001, memiliki luas daerah tangkapan air lebih dari 7.000 hektare dan luas permukaan hingga 1.200 hektare.

Halaman:

Editor: Zaki Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah